Tips Membeli Kamera   Leave a comment

Buat temen-temen yang ingin membeli kamera DSLR ada beberapa tips nih, ini hanya tips aja bukan harga mati saat kita mau beli kamera ya…..
1. SYSTEM
yang kita beli pada pertama kali kadang menentukan investasi berikut2nya. kalau kita membeli satu kamera A, bukan berarti kita cuma membeli lensa dan kamera itu, bagaimana kelanjutannya ? ada FLASH, ViewFinder tambahan, Lensa2, Vertical Grips, bellow, extension, converter, ring2 khusus, Lens adapter, underwater case, remotes, cable release dst dst.

semakin banyak perlengkapan tambahan kan semakin bagus. siapa tau nanti2nya kita mau main ke spesifik object. mau gak mau aksesories tuh musti di tambah, misal extension tubes, TC, atau bellow, flash macro. Atau klo buat interior, mungkin lensa2 PC, dst.

juga musti di liat, apakah banyak yang menyediakan barang2 tambahan tersebut di sini, atau klo sampe gak ada, musti cari dimana. Singapore kah ? HK kah ? atau sampe ke US..

3rd party. walau gak semua orang suka, tapi paling gak, ini salah satu pendukung diantara merk2 “official”. malah bbrp merek besar, udah melakukan sub ke 3rd party.

2. HARGA

harga sih biasa menentukan banget pembelian awal. ada paket2 kamera beginer yang murah…. tapi klo berlanjut ke kamera yang semi pro, dan lensa2 pro di merk yang sama…. nah itu dah mulai deh mahalnya keliatan.

terus juga, musti di ingat, kadang rencana cuma mau keluar 5 juta tau2 bengkak jadi 20 juta. itu dah biasa banget. karena ntar mau foto malam hari musti beli tripod, klo mau foto macem2 dikit musti beli flash, beli komputer, beli software, beli lensa lain dll dll dll.

alternatif dari merk “official” yah 3rd party. di sisi harga biasanya lebih murah, tapi kadang cuma beti, beda tipis. klo di cari barang mirip cuma beda 10%, ngapain beli yang 3rd party. malah ada yang lebih mahal.

3. FUNCTION / MENU

kemudahan dalam mengoperasikan satu kamera tuh penting banget. paling bagus kalau mau beli kamera dgn merek tertentu, kita tuh nyoba 1-2 hari. baru ketahuan.

walaupun memang semua bisa karena terbiasa, sangat baik klo beli barang, jangan dateng ke toko klo lom pernah megang, apalagi lom pernah liat kameranya.

klo moto sebagai hobi sih ok, tapi klo mau menjadikan ini kerjaan, jangan sampe pas moto pre wedding, kita kebingungan tombol2 menu kita dimana. hehehe.. menu dan tombol2 pada kamera harus bisa mempermudah kita menggunkan kamera.

anyway, kan kita yang mengontrol kamera, bukan kamera yang mengontrol kita.

4. TEKNOLOGI / KUALITAS

ini mungkin yang paling susah neh. pertanyaannya selalu apakah teknologi yang di berikan sama kamera bisa memperbaiki kualitas dari foto kita ? jawabannya bisa ya bisa tidak.

yang pasti teknologi di butuhkan SESUAI dengan kbutuhan kita. sekarang kalau kita di kasih teknologi VR / IS / OS. tapi kita selalu motret di atas tripod. buat saya malah sesuatu yang mubazir. Atau kalau di kasih AFS / USM, untuk memotret produk atau macro….. mubazir juga.

lantas bagaimana kita tau kebutuhan kita apa ? yah… banyak2 moto dan sesuai dengan interest kita aja. ada yang hidup mati gak mau motoin model. ada yang gak mau landscape. teknologi yang ada mempermudah kita melakuan hal, tapi tidak membuat lebih bagus.

lalu klo mau beli kamera DSLR gimana ? menurut gua klo ada fungsi M dan A, serta ngerti bagaimana cahaya berkerja dah cukup. sisanya adalah tambahan yang menyenangkan.

misal kalau pakai nikon, klo motret pake RAW, fungsi D-Lighting gak ada guna. karena D-Lighting hanya bekerja pada JPG ( yang artinya, prosessor pada kamera mengubah data shadow yang terlalu gelap dan di naikan ). Active-D-Lighting bedanya, sebelum di jepret, kamera sudah ngitung dulu mana yang shadow mana yang highlight, baru deh di jepret. tapi hasil jpg juga berarti hasil olahan kamera

5. FEELING

suka gak suka, feeling pas lagi handling kamera juga berpengaruh besar loh. ada yang semua kriteria masuk, cuma pas di pegang rasanya gak balance, ada yang kok kayaknya kurang solid. ini kita ngomong di kelas hobiist yah…. klo kelas professional, buat cari duit, kamera apa aja ok lah, malah kadang kamera bapuk pun tetap di pake.

6. OVERALL

jadi sebenernya susah kalau di tanya, kamera apa yang bagus ? karena semua kembali ke masing2 individu. terus lagi feeling kadang ngalahin logika. misalkan ada barang A dan B ( dalam satu merek, yang satu lensa PRO, yang satu lagi lensa amatir ). apakah dengan kualitas yang 10% lebih baik, kita harus mengeluarkan biaya 10x lipat ? semua tergantung.

Nah berikut ini ada beberapa jenis kamera beserta kelebihan-kelebihannya :

1. CANON
Koleksi lensa2nya lengkap. biasanya Canon sangat cepat mengeluarkan barang baru, dan yang lama langsung turun harganya. dan kadang bedanya tipis banget sama sebelumnya. 

Rata2 lensa tele nya mantep. dan sering di pake jurnalis2 buat ngejar moment. belum punya canon klo blom punya 70-200 banyak di pake di foto model karena soft di skintone. Juga rame di pake di dunia wedding.

Satu lensa yang unik adalah MPE 65, lensa buat macro dan ngetop di dunia. karena pembesaran bisa 5x dalam 1 lensa ( jelasnya ngacungnya panjang banget ).

2. FUJI

Body2 nya ngambil dari Nikon. dan di modif sendiri. so far seh, jarang yang make. JPG bagus di skintone, tapi RAW ancur2an. dengan harga yang mirip2 sama dgn nikon, yah.. rata2 ngambil nikon lah. 

3. LEICA

Overpriced. lebih kearah collectible daripada di pake sehari2. enough said 

4. NIKON

Saingan Canon. dua merek ini jadi banyak standard di dunia foto. Nikon tuh klo udah ngumumin barang keluar, tapi sampe ke tangan kita bisa berbulan2 kemudian. lebih konservatif. 

Banyak lensa2 Nikon yang masih AFD ( artinya focusnya masih pakai motor di body ). tapi pelan2 sudah mulai ganti ke AFS. perkiraan gua seh, rata2 mau di jadiin lebih mahal lagi. Lensa2 nikon banyak legendaris di Wide angle dan Fish Eye. serta lensa2 “aneh” PC, PCE, dst.

lensa 105mm macro dan 200mm macro dah jadi legenda deh. untuk pembesaran 1:1 jarak 15-30 cm… dah jadi raja. terus ada lagi PB6 ( bellow ) yang bisa moto 11x pembesaran. jadi misal ada binatang 2mm, di foto bisa 22mm di sensor… nyam nyam.

Lensa Nikon banyak yang warna lebih saturasi dan kontras di pinggiran ( sehingga persepsi kita melihat hasilnya lebih tajam ).

menurut gua satu kelebihan nikon adalah, lensa lama masih bisa di pakai di body baru dan meteringnya jalan, artinya orang yang dah berdedikasi ngumpulin puluhan lensa, tetap bisa makai. seperti yang saya bilang, klo motonya pake manual, ngapain pusing beli lensa2 baru.

5. OLYMPUS

Dengan ukuran sensor yang lebih kecil ( 4/3 ) olympus cocok buat yang demen macro atau tele, karena lebih kerasa. mungkin karena ukuran sensor yang lebih kecil membuat orang kurang suka. gimana juga, size does matter at some point. di tambah lensa2 Olympus gak terlalu murah. 

6. PENTAX

Padahal jaman 1970an, pentax ini raja loh…. rame banget yang pake spotmatic, Pentax 67, pentax 645 ( autofocus pertama di medium format ). sayang dah mulai redup. barang2 nya gak ada pembaharuan. jadi kayak megang barang jadul. 

di era digital, Pentax tuh sistem yang paling murah di banding merk2 lain. yah kelengkapan barang2nya gak terlalu banyak. cuma kalau pakainya zoom di range 18-200 masih tersedia lah. dan 1-2 flash…. cocok buat pemula yang gak mau repot dan ” tegoda ” beli2 lensa lain ( haha.. mau beli juga gak ada barangnya ).

7. PANASONIC

Versi murahnya Leica sejak kerjasama dgn Pana, kayaknya Pana gencar neh mau masuk ke DSLR dan RangeFinder, pake lensa leica… dengan mounting FOUR THIRD. 

8. SAMSUNG

Asli… dah keluarin bbrp DSLR tapi lom pernah liat satu pun yang make 

9. Sigma

Sama seperti samsung,lom pernah liat orang yang make. secara teori sih Foveon, ini sama persis dengan prinsip kerja film warna. karena salah satu kriteria detail adalah warna, mustinya warna yang di hasilkan sangat cerah ( wide gamut ). 

kalau di lensa…. 50-50. artinya kadang bisa dapet barang bagus, kadang gak. klo lensa dia yang terkenal adalah 70-200/2.8. karena harga gak gt mahal dan HSM pulak.

10. Sony

Dulu sih minolta ngetop di Indo. terus ilang, dan sekarang di beli sama Sony. lensa2 bagus, tapi rata2 price lebih tinggi dari nikon dan canon. klo di liat seh bakalan jadi 3 besar. karena dukungan dana yang kuat dari pihak sony. 

cuma sekarang, cari lensa2 Sony masih mahal, cari lensa 2nd minolta, gak gampang. gua duduk dulu deh nongkrong lom bisa komentar apa2. di dunia digital 2-3 tahun seh lama, di industri foto, 2-3 tahun masih bayi… semoga bayi ini cepet besar. biar banyak pilihan.

Sumber : Kapan lagi.com

Posted February 22, 2011 by bkuswara in Photograpi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: