Keistimewaan Nabi Muhammad SAW Yang Dibuktikan Realita   Leave a comment

Mengungkap Dimensi Keabadian Sang Nabi Dalam Perspektif Injil dan Barat, karangan Dr. Ali Jumu’ah seorang Mufti Mesir yang diterjemahkan oleh Irham Sya’roni dan Hasan Busri. Ketika pertama membaca ini saya pikir buku ini sama dengan buku2 lain yang membahas tentang kehidupan Nabi Muhammad SAW. Akan tetapi setelah beberapa halam saya membacanya, lama kelamaan saya mulai tertarik untuk melanjutkan dan terus membacanya. Buku ini membahas kecara singkat saat-saat kelahiran Nabi Muhammad SAW sampai diangkat menjadi rasul. Tetapi yang membuat saya penasaran adalah ketika buku ini membahas tentang keistimewaan-keistimewaan  Nabi Muhammad SAW dan ini telah dibuktikan dengan seiring perkembangan jaman sampai saat ini.

Adapun keistimewaan-keistimewaan Nabi Muhammad SAW yang telah terbukti sampai sekarang adalah :

1. Terjaganya Al-Quran.

Allah telah berfirman dalam Al-Qur’an Surat Al-Hijr Ayat 9 yang artinya ” Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Qur’an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya”. Sesungguhnya Al-Qur’an tidaklah dijaga dalam simpanan yang jauh dari manusia, akan tetapi dijaga oleh beribu-ribu anak Muslim diseluruh dunia. Dan bertambahlah kemukjizatan Al-Quran karena ia dijaga oleh orang-orang yang tidak pernah belajar bahasa Arab dan belum mengerti satu katapun arti didalamnya.

Al-Qur’an sering dicoba untuk dirubah, namun tidak pernah berhasil. Dicoba untuk diterjemahkan dengan terjemahan yang salah dan dengan niat yang buruk , namun tidak pernah berhasil. Dicoba untuk dicetak dengan merubahnya disana-sini akan tetapi Al-Qur’an tetap utuh seperti asalnya. Dicoba meniru dengan perkataan-perkataan yang jelek, namun Al-Qur’an tetap seperti apa adanya tanpa ternoda keasliannya. Seiring perjalanan waktu segala daya dan upaya untuk merubah Al-Qur’an justru semakin menambah Mukjizatnya dan semakin meninggikan derajatnya dihati manusia. Uji coba-uji coba yang dilakukan para musuh dan penghianat menjadi sebab semakin kuatnya Umat Muslim berpegang teguh kepada Al-Qur’an.

Al-Qur’an turu dengan Bahasa Arab dan masih tetap terjaga dalam bahasa aslinya sampai saat ini. Kterjagaan ini dijadikan rujukan oleh orang-orang yang ingin menerjemahkan Al-Qur’an kedalam bahasa lain. Al-Qur’an telah diterjemahkan kedalam lebih dari 130 bahasa dan dalam proses penerjemahan ini redaksi Al-Qur’an tetap utuh seperti sedia kala. Dalam mengajarkan Al-Qur’an baik dengan cara menuliskannya atau membacakannya dilakukan dengan cara yang sangat dapat dipercaya dimuka bumi ini. Orang Islam sangat memperhatikan proses pewarisan Al-Qur’an dengan menyali Lafadznya, harakatnya dan syakalnya. Mereka mengajarkan bacaan dalam bentuk yang jelas kepada setiap orang yang mempelajari Al-Qur’an . Orang Muslim telah menciptakan ilmu-ilmu yang mendalaminya, bahkan sampai kepada cara membaca Al-Qur’an yang kemudian memunculkan ilmu-ilmu Qira’at dan Tajwid untuk memenuhi tujuan tersebut.

Al-Qur’an yang ada pada kita tetap dalam bentuk yang satu. Banyak sekali buku-buku sejarah telah berubah dan dibaca secara salah oleh para pembacanya, tetapi Al-Qur’an tetap seperti asalnya dan tidak berubah sedikitpun serta tidak ditemukan naskah Al-Qur’an yang berbeda-beda. Orang Islam tidak akan bingung dalam memilih satu naskah dengan naskah lainnya atau memilih-milih diantara naskah-naskah tersebut. Dibelahan dunia manapun Al-Qur’an tetap satu dan inilah keistimewaan Al-Qur’an. Semua ini bukan berkat usaha dan kekuatan kaum Muslimin akan tetapi semua berkat kekuatan dan kekuasaan Allah SWT yang telah menjaga kemurnian Al-Qur’an sesuai dengan janji Nya.

2. Keabadian Penyebutan Nama Rasulullah SAW.

Allah SWT telah berfirman kepada Nabi Muhammad SAW dalam Qur’an Surat Alam Nasyrah ayat 4 yang artinya.  “Dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama) mu”.

Dalam surat ini terdapat janji Allah SWT yaitu meninggikan penyebutan nama Nabi Muhammad SAW dan mengabadikan penyebutannya diseluruh penjuru dunia. Kenyataan meperlihatkan kepada kita semua bahwa setiap hari dapat disaksikan keabadian penyebutan nama Nabi Muhammad SAW. Tidak ada seorang nabi, manusia atau satu mahluk pun yang disebut diseluruh penjuru dunia secara sempurna dan terus-menerus seperti penyebutan nama Nabi Muhammad SAW, bahkan nabi-nabi Allah SWT yang lain seperti Nabi Isa AS yang merupakan penjelmaan Tuhan , mereka tidak menyebut Isa atau Yasu’a dengan bentuk penyebutan yang sama dilakukan oleh orang Islam terhadap Muhammad SAW.

Siang dan malam , nama Rasulullah SAW selalu disebut disetiap kumandang Adzan diseluruh penjuru dunia. Hal ini akan terus berlangsung sepanjang umur dunia ini. Tidak ada waktu dalam sehari semalam kecuali selalu disebut nama beliau baik dalam kumandang Adzan, iqamah  maupun ketika menegakkan Shalat.

Inilah wujud keabadian penyebutan nama Rasulullah SAW diseluruh penjuru dunia. Tidak ada seorang manusia pun didunia ini yang mampu menyamai penyebutan tersebut sampai hari berakhirnya dunia ini. Karena janji itu datang dari Allah SWT dan Allah SWT tidak akan pernah melanggar janjiNya.

3. Terjaganya Keluarga Rasulullah SAW

Firman Allah dalam surat Asy-Syura ayat 23 yang artinya “Katakan lah, ‘Aku tidak akan meminta kepadamu sesuatu upah pun atas seruanku, kecuali kasih sayang dalam kekeluargaan’.”

Sa’id bin Jabir, menerangkan makna yang terkandung dalam ayat ini. Ia berkata ” Dalam perut orang Quraisy, semua adalah kekerabatan. Maka Nabi Muhammad SAW bersabda, ‘Karena itu, sambunglah kekerabatan antara diriku dan diri kalian’.” Ini merupakan wasiat kekerabatan yang diperintahkan Allah SWT agar disampaikan kepada semua manusia. Abu Bakar Ash-Shidiq r.a berkata “Demi dzat yang diriku berada dalam kekuasaanNya, sesungguhnya kerabat Rasulullah SAW lebih aku cintai untuk aku sambung dari pada kerabatku sendiri”.

Rasulullah SAW memerintahkan kita agar mencintai keluarganya dan berpegangan dengan mereka seperti wasiat beliau dalam sebagian hadits-haditsnya. Diantaranya adalah “Amma Ba’du, ingatlah wahai manusia, aku adalah manusia yang dipercaya untuk menjadi utusanTuhanku, maka aku menyanggupinya. Aku tinggalkan kepada kalian dua beban. Yang pertama. Kitab Allah SWT yang didalamnya terdapat petunjuk dan cahaya. Ambilah kitab Allah SWT dan berpegang teguhlah dengannya. Dan yang kedua. Akan aku ingatkan kalian kepada Allah SWT tentang keluarga ku” Keluarga Nabi Muhammad SAW adalah orang-orang yang dilarang menerima sedekah setelah beliau wafat dan mereka adalah Keturunan Ali, Keturunan Uqail, keturunan Ja’far dan keturunan Abbas.

Sesungguhnya perintah untuk perpegang teguh dengan keturunan suci Nabi Muhammad SAW menunjukan keabadian mereka disetiap masa dan perintah tersebut terus berlaku untuk setiap waktu. Keturunan Nabi Muhammad SAW yang suci tetap ada mulai zaman Nabi sampai saat ini. Tidak ada seorang rasulpun yang keluarganya dan nasabnya tetap dijaga oleh Allah SWT, kecuali nasab Nabi Muhammad SAW.

4. Makam Nabi Muhammad SAW dan Keabadiannya.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an Surat Annisa ayat 64 yang artinya “Dan Kami tidak mengutus seorang Rasul, melainkan untuk ditaati dengan seizin Allah. Sesungguhnya jika mereka ketika menganiaya dirinya datang kepadamu, lalu memohon ampun kepada Allah dan Rasul pun memohonkan ampun untuk mereka, tentulah mereka mendapati Allah Maha penerima Taubat lagi Maha Penyayang”.

Nabi Muhammad SAW telah pergi dari kehidupan dunia ini, tetapi kepergian beliau tidak memutus hubungan dengan kita, karena beliau memiliki kehidupan lain yaitu kehidupan para nabi. Itulah yang disebut dengan kehidupan setalah kematian, sebagaimana telah disabdakan oleh beliau, “Hidupku adalah lebih baik bagi kalian, karena kita saling bercakap. Matiku pun leih baik bagi kalian , karena amal perbuatan kalian akan dilaporkan kepada ku. Bila aku melihat amal perbuatan yang baik , maka aku memuji Allah SWT. namun bila aku melihat perbuatan buruk, maka aku memintakan ampun kepada Allah SWT untuk kalian”

Nabi Muhammad SAW bersabda, “Setiap orang yang memberi salam kepadaku, maka Allah SWT akan mengembalikan ruhku sampai aku menjawab salam orang tersebut”. Hadits ini menunjukan adanya pertemuan Ruh Nabi Muhammad dengan badannya untuk selama-lamanya. Semua ini dikarenakan disetiap masa akan selalu dijumpai orang-orang yang mengucapkan salam kepada beliau.

Pembuktian janji Allah kepada Nabinya adalah Kubur Nabi Muhammad SAW yang mulia serta kejelasan lokasinya. Kubur Nabi Muhammad SAW merupakan fakta sejarah yang tidak dapat diperselisihkan , bahwa lokasi makam beliau berada dikota Madinah didalam  Masjid Nabawi yang mulia. Itulah kubur yang menyimpan Jasad manusia paling mulia yang diakui pula oleh orang-orang diluar Islam.

Para ahli sejarah tidak faham bahkan tahu dimana letak kubur para nabi. Tetapi terhadap kubur Nabi Muhammad SAW mereka mengetahui bahkan meyakini keberadaannyadan letaknya. Tidak satupun ahli sejarah mempertentangkannya. Dan ini merupakan keutamaan lain yang telah dibuktikan oleh fakta sejarah sampai saat ini.

5. Terjaganya Sejarah dan Sunnah Nabi Muhammad SAW

Firman Allah SWT dalam Al-Qur’an Surat An-Najm ayat 3 dan 4 yang artinya “Dan tiadalah yang diucapkan itu (Al-Qur’an) menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).”

Rasulullah SAW adalah satu-satunya nabi bahkan satu-satunya manusia yang masih terjaga oleh sejarah, perkataannya, perbuatannya, gerak tubuhnya dan sikap diamnya baik saat beliau terjaga maupun tidur. Tidak ada seorangpun  yang menaruh perhatian terhadap penjagaan dan pelestarian sejarah hidup seseorang dimuka bumi ini bersamaan dengan berlalu masa, seperti penjagaan dan pelestarian sejarah hidup Nabi Muhammad SAW.  Orang Islam sangat memperhatikan penyampaian dan pewarisan segala sesuatu yang datang dari Nabi Muhammad SAW. Mereka kemudian menciptakan Ilmu-ilmu untuk menjaga sejarah hidup beliau dan sunah beliau. Hal ini sudah dimulai sejak masa-masa awal Islam.

Terjaganya sejarah hidup dan hadist-hadits nabi Muhammad SAW dalam kitab-kitab shahih dan sunnah serta kitab-kitab tarikh merupakan bukti sejarah yang nyata atas keistimewaan dan keutamaan Nabi Muhammad SAW. Tidak ada catatan sejarah seorang Nabipun yang tetap terjaga sampai sekarang dengan sanad yang terus tersambung, kecuali sejarah Nabi Muhammad SAW.

6. Terjaganya Umat Rasulullah SAW Dari Menyembahnya

Nabi Muhammad SAW bersabda, “Ya Allah, janganlah engkau jadikan kuburku sebagai berhala yang disembah”. Allah SWT sangat murka kepada kaum yang menjadikan kubur para nabi mereka sebagai tempat-tempat sujud. Yang dimaksud dengan tempat-tempat sujud dalam hadits ini adalah bersujud kepada orang yang ada didalam kubur karena menyembahnya.

Sungguh ajaib dan luar biasa, Allah SWT menjaga umat Nabi Muhammad SAW dari menyembah beliau, walaupun kenyataannya ada sebagaian manusia yang terjerumus kedalam penyembahan terhadap orang yang lebih rendah derajatnya dari Nabi Muhammad SAW.

Seiring perjalanan waktu dan perputaran masa, Allah SWT benar-benar telah membuktikan penjagaanNya terhadap umat ini dari keterjerumusan menyembah nabinya. Tidak ada satu pun catatan sejarah yang menulis walau satu masa adanya kelompok yang menyembah beliau. Ini merupakan mukjizat, penjagaan serta pengabulan do’ayang beliau mohonkan kepada Allah SWT agar menjaga umatnya dari menyembah beliau.

7. Kesucian Jihad Rasulullah SAW dan Jihad Umatnya

Rasulullah SAW dikenal sebagai seorang Panglima perang yang gigih, pemberani dan cerdas. Ia juga dikenal sebagai Panglima perang berkaliber Internasional yang mengetahui rahasia kesejatian perang, bagaimana membuat pertahanan, serta kapan memulai dan mengakhiri perang.  Nabi Muhammad SAW walaupun telah diizinkan untuk berperang tidak pernah memulai agresi. Beliau hanya akan melancarkan serangan apabila para musuh benar-benar telah menampakan permusuhannya, gemar melakukan kezhaliman dan pelanggaran atau memerangi agama Allah SWT dan orang-orang yang dilindungi. Selama memimpin agama Islam Nabi Muhammad SAWmendapatkan kewajiban berperang sebanyak 82 kali; 60 kali tidak sampai meletus menjadi peperangan dan 5 kali agresi  dan tidak sampai menewaskan orang-orang diluar Islam. Adapun jumlah orang yang terbunuh dari kedua belah pihak adalah 1004 orang; 252 dari orang Muslimin yang gugur sebagai Syahid dan selebihnya adalah dari golongan musyrikin.

Sederet angka diatas bukanlah sebagai faktor pemicu yang membuat manusia di dunia ini takut terhadap Islam sehingga membuat mereka terpaksa memeluk Islam. Akan tetapi faktanya tidaklah demikian, di negara manapun dibelahan bumi ini pembantaian dan pembunuhan yang dilakukan oleh tangan-tangan kafir juga terjadi setiap hari hingga detik ini bahkan telah menelan nyawa lebih banyak dari sederet akngka diatas. Ini juga menandakan bahwa perang bukan lah pilihan utama Nabi Muhammad SAW, bahkan beliau berusaha untuk menghindarinya. Kalaupun pada akhirnya terjadi peperangan hal ini adalah semata-mata hanya untuk mempertahankan diri, menolong orang yang teraniaya dan menyebarkan Islam.

Orang Islam tidak menyebarkan agamanya dengan Pedang. Para penulis dan kaum moderat Barat telah banyak memberikan kesaksian tentang hal tersebut. Islam disebarkan dengan cara alami tanpa paksaan, Islam ditegakkan dengan ditegakkannya Shalat dan hijrah yang terorganisir hingga nemyebar keseluuh penjuru bumi. Semua kenyataan ini menjadikan kita semua semakin yakin bahwa Nabi Muhammad SAW adalah manusia yang sempurna. Beliau adalah penutup para nabiyang mengajari manusia dengan akhlaknya yang mulia, toleran, cerdas dan berani. Dengan meneladani jejak beliau, maka berjalanlah para sahabat dan para pengikut setelahnya. Kaum Muslimin mencontoh akhlak beliau.

Sudah selayaknya kita belajar dari Rasulullah SAW semua akhlak beliau yang utama dan jejak langkah beliau yang lurus, sehingga keta mampu membentuk dunia dengan peradaban kita yang terus diperbaharui. Dan tidak lah layak mengikuti peradaban kotor yang jauh dari akhlak yang luhur. Lihatlah bagaimana orang-orang Islam pada masa awal Islam menjalankan kewajiban mereka terhadap islam. Pada saat itu berkatalah Rauba’i bin Amir r.a kepada Panglima Persia Rustum saat ia ditanya, Siapakah Kalian?” maka Ruba’i bin Amir menjawab, “Kami adalah kaum yang dikirim Allah SWT untuk mengeluarkan orang-orang yang dikehendakiNya dari menyembah berhala ke menyembah Allah yang Esa, dari sempitnya dunia menuju dunia luas dan dari kedzaliman beberapa agama menuju keadilan Islam”.

Demikianlah keagungan Nabi Muhammad SAW dan sebab-sebab terpikatnya dunia kepada Beliau di setiap masa, hingga dunia ini menjadi terang benderang. Ini hanyalah sebagian keistimewaan beliau yang ditunjukan oleh fakta sejarah. Semoga hal itu tetap abadi dan Allah SWT selalu memberikan petunjuk kepada kita semua kepada jalan yang benar. AMIN

Sumber : Mengungkap Dimensi Keabadian Sang Nabi Dalam Persepektif Injil dan Barat oleh : Dr.Ali Jum’ah.

Posted April 9, 2011 by bkuswara in Islam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: